HP ku sayang..HP ku malang

ehm..lama ga nulis diblog, kali ini mau nulis, cerita ttg something bad..haha

cerita tentang semalam, pas jam makan malam, dua hp gw dipinjem ma maling, dan itu artinya ga akan balik lagi.walaupun hpnya dah jebot, udah 5 tahun gt loh bersama gw, dan artinya banyak kenangan, ciakakak..tapi tetap aja, yang namanya kehilangan tetap sedih dunk. tapi gw ikhlasin aja, mungkin malingnya kepepet uang (sama dunk ma gw)..cuma jalan yang diambil lebih salah daripada gw.ehm…mungkin malingnya emang suruh gw ganti hp, ga ilang kan ga  ganti baru, baik juga tuh maling.

kira2 siapa? ga tau juga, biarpun ada bayangan, tapi ga berani nuduh juga, salah nuduh malah dosa nanti..haha..seandainya maling tau dosa..( ya ga mungkin jadi maling)..atau mungki dia klepto juga ga tau…hahaha..ya semoga dia diampuni karena dia tidak tau apa yanng dia perbuat.just forget and forgive…must be better…

Advertisements

Makan Gorengan? Boleh, Asal Tahu Kiat Sehatnya!

Boleh – boleh saja makan gorengan, asal tidak terlalu banyak dan tahu kiat sehatnya. Minyak yang tidak sehat akan menimbulkan bahaya, serangan kanker.

Meski begitu, minyak dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita, dalam jumlah tidak lebih dari 5-10 ml/hari (1-2 sendok makan).Tapi, bagaimana menyiasati agar konsumsi minyak aman-aman saja?

1. Pada dasarnya menggoreng sendiri makanan sangat dianjurkan. Karena dengan begitu kita selalu menggunakan minyak baru. Minyak yang baru bakal bebas dari akrilamida yang sifatnya memicu kanker.

2. Angkatlah gorengan tepat saat sudah matang karena suhu minyak bisa kita atur agar tidak terlalu panas. Makin panas suhu minyak, makin banyak akrilamida yang terbentuk. Selain itu, mintak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi bisa menghasilkan zat radikal bebas dan memicu terjadinya kanker.

3. Jangan gunakan minyak yang sudah berubah warna misalnya lebih gelap, keluar asap dari penggorengan, baunya tengik/menyengat, cairannya lebih kental, serta jika dimakan menyebabkan tenggorokan gatal. 

Perlu diingat juga bahwa pemakaian minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) bisa lebih mudah berasap dan menghitam meskipun suhunya belum terlalu panas. Jadi bayangkan minyak yang digunakan oleh para penjual gorengan yang sudah digunakan berkali – kali, sangatlah tidak sehat!

4. Jangan lupa menempelkan sisa – sisa minyak ke kertas tisu terlebih dahulu supaya minyak diserap sebelum gorengan dikonsumsi. Tentu saja jangan lupa memilih minyak goreng yang aman untuk digunakan.

Oleh dr. Intan Airlina Febiliawanti

 

 

Sumber : email

Buah Sirsak, Pembunuh Cel Cancer

Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.
Tapi kenapa kita t id ak tahu?

untitled2

Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah  dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

 

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan h id up. T id ak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

 

Riset membuktikan  “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :

Ø     Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.

Ø     Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.

Ø     Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.

Ø     Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika.Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai  beberapa tahun berikutnya.Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah :

Ø     Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.

Ø     Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan  Terapi Kemo yang biasa digunakan!

Ø     T id ak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun  tapi kenapa kita t id ak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, keh id upan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan! 
  
  untitled
 

 Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini.Kenapa?

Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.

Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.Tapi usaha ini t id ak berhasil.Graviola t id ak bisa di-kloning.Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset t id ak tega melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya,dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.

 

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan t id ak dipublikasikan.

Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

 

 Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung d id alam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat t id ak tersentuh/terganggu . Graviola t id ak seperti terapi kemo yang t id ak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.
 

Setelah selama kurang lebih 7 tahun t id ak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

 

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.  

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat,dan teman yang anda kasihi.

Jalan Raya Yang Membelah Gedung Bertingkat

wah..kali ini memang good banget, ga kebayang..hahaha

untitled

Jepang memang dikenal dengan segala kemajuan dan teknologinya.. Karena perkembangan teknologi yang semakin pesat maka orang-orang pintar di Jepang terus memutar otak untuk membuat inovasi.
Kali ini inovasi dari bidang arsitek telah tertuang dan diwujudkan menjadi kenyataan. Sebuah konsep dan id e yang sangat luar biasa. Pembangunan jalan raya di tengah-tengah gedung perkantoran, di Osaka, Jepang.

untitled2

Salah satu gedung perkantoran yang ada di bangun sebuah jalan raya. Pembangunan jalan raya bebas hambatan ini (highway) ini tepat ditengah gedung.

Dengan kata lain, jalan bebas hambatan tersebut berhasil membelah gedung ini. Luar biasa! Jalur bebas hambatan tersebut tapat berada di lantai 5 sampai 7 di dalam gedung. Seandainya hal serupa dapat terjadi di Jakarta . Sebagai salah satu solusi kemacetan jalan. Ya kita doakan saja…

 

sumber : email

10 Pertanyaan Bule yang susah Dijawab

Suatu hari, gue membaca sebuah blog milik seorang teman wanita yang menikah dengan orang Prancis kalau nggak salah.

Mereka kemudian tinggal di New York untuk beberapa tahun.

Suatu hari, si suami nguping pembicaraan istrinya yg lagi ngobrol dengan temen Indonesianya lewat telfon.

Usai nelfon, si Istri ditanya oleh suaminya yang bule

“What is the meaning of ‘Siih’, ‘Lhooo’, ‘Waaah’ and ‘Dooong’ ?”

Si Istri ketawa dan menjawab “Itu semua nggak ada artinya”

“Lalu kenapa dipake kalau ga ada artinya?”

Istrinya menjawab balik, “Itu penekanan ajaa”

“Ooohh…” lanjut si bule.. kemudian dia tiba tiba berkata

“I love you… dong?”

HAHAHAHAHAHAHAHHAHAHA

….

Kadang kadang, ada beberapa hal yang susah untuk dijelaskan kepada bule.

Ada pertanyaan dari mereka yang entah kenapa susah untuk kita jawab.

Contoh, berikut adalah beberapa pertanyaan dari bule yang ga bisa gue jawab

“Why do Indonesians eat ‘Torpedo’ ??”

“What is Kualat?”

NAAAAAAAAAAAAAH

Kemarin malam gue nanya sama pendengar gue (Hardockers) ketika siaran di Provocative Proactive (Kamis malam jam 20.00)


Dan berhasil mengumpulkan TOP TEN PERTANYAAN DARI BULE YANG SUSAH DIJAWAB.

10. “Why is everybody in a hurry??”

Ditanya seorang bule ketika dia liat mobil mobil pada nyalip lewat bahu jalan tol

9. “Why do you still live with ur parents?”

Ditanya seorang bule kepada seorang wanita 25 tahun. Nampaknya si bule membandingkan dengan tempat tinggalnya di Amerika

8. “Can you teach me how to say R?”

Maksudnya R-nya Indonesia. Hehehehe

7. “Why do you call me BULE?”

6. “What is Ojek in english?”

5. “Is this Kampong?”

Ditanya oleh bule yang terkejut dibawa lewat jalan tikus

4. “Why are we not moving”

Ditanya sama bule yang lagi naik angkot. Yang ditanya mau jawab ngetem tapi ga tau bahasa inggrisnya ngetem apa…

3. “Why would anyone in the world would give its son’s name booty man(budiman)?”

2.”What’s the difference between ‘Ya iyalaah’ and ‘Ya iya dooong?”

1. “What are you eating?”

Masalahnya yang ditanya lagi makan otak otak… bingung deh dia jawabnya.. masak dijawab BRAIN BRAIN?

Gimana, ada yang bisa Menjawabnya?

 

sumber : email

Mari Kurangi Makan Daging

KOMPAS.com-Masyarakat semestinya mulai mengurangi konsumsi daging karena makanan ini bisa merusak lingkungan dan kesehatan. Menu nabati lah yang seharusnya makin banyak disantap. Hal itu dikatakan Murdijati Gardjito, profesor di Fakultas Teknologi Pertanian UGM.

“Tren sekarang, terutama di luar negeri, dan mulai tumbuh di Indonesia, adalah menuju vegetarian. Itu adalah tren yang sangat bagus,” ujar pakar pangan tradisional yang mengaku tidak vegetarian tapi sudah banyak mengurangi konsumsi daging itu.

Menurut dia, daging yang terhidang di piring adalah sesuatu yang prosesnya boros energi, merusak lingkungan, tidak efektif, dan menjadi pemicu beragam penyakit. “Untuk setiap 1 kg daging sapi, butuh 6,5 kg jagung dan dedaunan.Sedangkan untuk menghasilkan 1 kg daging kambing, butuh 4,5 kg. Ini boros. Termasuk boros air, karena hewan kan butuh banyak air. Sementara di satus sisi, pada belahan bumi ini yang lain, ada banyak kasus kelaparan. Yang kita berikan sebagai pakan ternak, jika kita berikan ke mereka yang kelaparan, saya yakin tak ada ancaman kelaparan,” ujar Murdijati.

Proses penggemukan hewan ternak, lanjut dia, juga dilakukan dengan obat-obatan kimia. Hal ini jelas tidak sehat. “Industri daging juga berkontribusi pada terjadinya pemanasan global. Artinya adalah pola makan kita harus cepat diubah. Kurangi banyak konsumsi daging, dan perbanyak menu nabati,” katanya.

Secara terpisah, Prasasto Satwiko, profesor pada Fakultas Teknik Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta, vegetarian, yang juga Koordinator Pusat Studi Energi UAJY mengatakan, memang sulit mengubah benak masyarakat yang telanjur “daging minded”, dan menempatkan daging sebagai makanan bergengsi. Sisi defensif orang pun akan langsung “menyala” jika disodori fakta tentang dampak daging.

“Intinya, daging itu tak perlu dikonsumsi (karena tubuh tak membutuhkan). Manusia bisa hidup sehat hanya dengan makan sayur dan buah (tumbuhan),” ujar Prasasto.

Ia sendiri pernah melontarkan kritik pada ahli pangan dan gizi. Mereka, menurut Prasasto, mestinya juga memaparkan dampak bahaya daging sebagai sebuah fakta. “Saat menjumpai makanan dari olahan daging, manusia lupa. Lupa darimana asal daging, lupa bahwa hewan ternak itu digemukkan dengan zat kimia, lupa bahwa daging itu sumber penyakit, lupa bahwa sudah banyak orang sakit akibat kebanyakan daging plus jerohan. Tapi coba lihat sekarang, industri menggiring orang sejak anak-anak untuk banyak menyantap daging,” ujar Prasasto.

Bungkus luar

Jessica Chandra adalah anggota baru di sanggar tari. Wanita mungil itu
selalu terlihat lincah dan riang. Gayanya luwes. Senyumnya ramah. Tidak banyak
yang mengetahui usianya sudah berkepala tiga. Sepintas gayanya lebih
mirip mahasiswi daripada seorang Ibu beranak satu.

Minggu lalu Jessica terlambat. Dia tidak ingin kejadian itu terulang lagi.
Setelah sepeda motor bututnya diparkirkan, dengan langkah tergesa-gesa
Jessica langsung menuju meja resepsionis. Masih seperti biasa,
senyum lebar selalu menyungging di bibirnya. Lalu dia menyodorkan kartu
keanggotaan untuk  diabsensi.

Jessica baru menyadari air botol minum di kantong samping ranselnya kosong.
Ternyata dia lupa mengisi ulang botol minumnya karena tergesa-gesa.
Jessica mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan. Mencari air
dispenser. Dalam benaknya, disanggar tari sebesar itu pasti ada air
dispenser yang disediakan untuk para member.

Dengan rasa sungkan dan ragu, Jessica bertanya kepada resepsionis apakah
ia boleh meminta botol air minumnya diisi kembali.
“Oh, boleh” jawab resepsionis.
Dipanggillah seorang pelayan dapur

“Maaf, mbak. Saya lupa mengisi air minum, boleh tolong diisikan ?” tanyaJessica

Jessica lalu memberikan botol minum berukuran 500 cc itu kepada pelayandapur. Pelayan dapur agak ragu menerima botol minum tersebut.
Dengan gelisah ia masih berdiri di sana, seakan-akan menunggu persetujuan
dari seseorang. Jessica sedikit heran. Keengganan itu terlihat begitu jelas.

Kemudian datanglah seorang wanita paruh baya. Entah siapa dia, tapi Jessica
sering melihatnya di kafe lantai bawah.. Mungkin pemilik sanggar tebaknya.

Jessica merasa tidak enak dengan tatapan tajam dari mata wanita itu.
Pelayan dapur agak gugup menjelaskan maksudku kepada wanita tersebut..
“Mbak ini minta air minum,” kata pelayan kepada wanita tua.

Wanita tua dengan sorot tidak bersahabat berkata :
“Kenapa tidak beli saja air mineral, dek ? Kami ada menjualnya di sini.”

Jessica menangkap pesan penolakan. Dia tau wanita itu enggan mengisikan air
minumnya..

“Oh, gak boleh ya. Kalo gitu gak papa kok.”

Senyum Jessica sedikit agak dipaksa. Dia mengambil kembali botol minumnya
dari tangan pelayan dapur dan segera bergegas melangkah ke lantai dua.
Meski sedikit kecewa, Jessica menghibur diri bahwa dia tidak akan mati
dehidrasi saat latihan.

Sementara di lantai bawah, masih terdengar debat kecil antara wanita tua
itu dengan resepsionis. Jessica tidak lagi memperdulikan. Dia hanya ingin
latihan hari itu segera usai.

***
Hari berikutnya, Jessica masih rutin mengikuti latihan seperti biasanya.
Meski ada rasa tidak enak, Jessica tetap santun menundukkan kepalanya
sambil tersenyum kepada wanita tua itu ketika menyapanya.. Jessica sama
sekali tidak pernah menceritakan kejadian itu pada siapapun. Yang pasti
sejak itu, Jessica sangat memperhatikan botol air minumnya..

***
Suatu sore, Jessica tidak mengendarai sepeda motor bututnya..
Suaminya berjanji akan menjemputnya. Hujan mengguyur deras sekali.
Usai latihan, Jessica segera turun. Dia melihat hidangan mie goreng dan nasi
goreng di meja. Malam itu adalah perayaan tahun pertama berdirinya sanggar tari.

Wanita tua itu terlihat sibuk melayani para member lainnya.
Mengajak mereka makan. Banyak yang menolak halus, mungkin takut gemuk,mungkin juga ingin segera pulang. Jessica pun menolak halus ketika
ditawarkan. Makan terburu-buru bukan kebiasaannya. Lagipula, dia tidak ingin
suaminya menunggu lama.

Jessica mengecek HPnya.
Ternyata sms dari suaminya mengabari terlambat menjemput.
Jessica masih berdiri di luar dan menunggu di sana.
Tiba-tiba wanita tua itu telah di sampingnya..
“Kamu lagi menunggu seseorang ?”
“Iya. Suamiku”
“Suami ? Saya pikir kamu masih mahasiswi.”
Jessica tertawa. “Aku sudah 35 tahun..”
“Menikah muda ya ?”
“28”.

Jessica tidak tau pasti apakah umur segitu termasuk menikah muda.

“Bukankah kamu yang biasanya mengendarai sepeda motor ?” tanya lagi
wanita itu..

Tentu saja mudah dikenali. Karena Jessica satu-satunya wanita yang
mengendarai sepeda motor ke sanggar. Kebanyakan member yang lain
mengendarai mobil, sebagian lagi didrop oleh supir.

“Iya. Hari ini dijemput suami, jadi aku gak bawa motor.”

“Oh, itu dia jemputanku” Jessica menunjuk pada sebuah mobil Mercedes
hitam mengkilap seri terbaru yang berhenti pas di tempatnya. menunggu.

“Bukankah Itu mobil Bapak Ardiansyah ?” tanya wanita tua penuh rasa
penasaran.
“Yah, Ardiansyah adalah suamiku.”

Wanita itu terkejut. Tatapannya masih tidak percaya ketika melihatJessica melambaikan tangan dan menembus hujan masuk ke dalam mobil.
Mobil itu telah lama berlalu, tapi wanita tua masih berdiri sana, melongo.

Ketika memori membawanya kembali pada kejadian air minum itu,rasa malu menghantam keras hatinya. Tiba-tiba dunia terasa gelap.

Ardiansyah !
Dia adalah sponsor utama yang selalu mendukung kegiatan sanggar tarinya.
“Oh, tidak …”

***
Sahabat, Kita sering menganggap diri kita adalah orang baik. Tapi ketika
kita dihadapkan pada bungkus luar dari apa yang mereka pakai,
dari kendaraan yang digunakan, begitu gampangnya sikap hati kita berubah.

Bila ‘bungkus luar’ itu bagus, kita cenderung ‘mengangkat tinggi-tinggi’
orang tersebut. Sebaliknya bila ‘bungkus luar’ jelek, kita lalu menjengkalnya,
menyepelekan mereka. Senyum kita jadi palsu. Kebaikan hati kita tjadi
basa-basi.

Hendaknya di dalam pelayanan, kita juga tidak memandang ‘bungkus luar’ dari
tiap-tiap orang..

 

Sumber : email